PotretKuningan – Sebanyak 258 kepala desa se-Kabupaten Kuningan mengikuti Retreat Kepala Desa Kabupaten Kuningan yang berlangsung di Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, 24-26 Juli 2026. Kegiatan Retreat ini sendiri digadang-gadang menjadi wadah penguatan kapasitas kepemimpinan, pembentukan karakter, peningkatan integritas, serta mempererat sinergi antarkepala desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, Sabtu (25/7/2026), para peserta menjalani rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin. Sejak pukul 04.00 WIB, seluruh peserta telah memulai aktivitas yang diawali salat Subuh berjamaah, olahraga pagi, apel, penyampaian materi, hingga berbagai kegiatan membangun kekompakan dan kerja sama antarkepala desa.

Di sela-sela kegiatan, Kepala Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Lia Nuryanah, S.P., mengatakan retreat menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh peserta. Menurutnya, selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga memperkuat kebersamaan di antara para kepala desa.

“Alhamdulillah ini hari kedua setelah kemarin pembukaan yang luar biasa. Tadi malam juga Alhamdulillah Bupati hadir secara langsung dan memberikan arahan kepada kami para kepala desa yang sedang melaksanakan kegiatan retreat di Kebun Raya Kuningan,” ujarnya saat diwawancarai media.

Lia menuturkan, seluruh peserta mengikuti agenda yang telah disusun secara teratur. Selain menerima materi dari para narasumber, mereka juga mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kekompakan dan kepemimpinan.

“Pagi ini sudah diawali dengan kegiatan yang luar biasa. Kita bangun jam empat pagi, diawali salat Subuh, olahraga, apel, kemudian mengikuti materi. Sebelum istirahat juga ada kegiatan yang melatih kekompakan antar kepala desa,” katanya.

Menurut Lia, retreat ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan desa. Ia menyebutkan ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai, yakni memperkuat komunikasi, mendorong lahirnya inovasi, dan meningkatkan integritas kepala desa.

“Harapannya tentu sesuai arahan Pak Bupati. Komunikasi antara pemerintah desa dengan kelembagaan maupun tokoh masyarakat semakin baik. Potensi desa dapat digali menjadi berbagai inovasi, dan yang terpenting integritas kepala desa semakin meningkat setelah mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Selain menjadi peserta, Lia juga dipercaya sebagai Komandan Peleton (Danton) Barak 8 yang beranggotakan 21 kepala desa. Ia mengaku bersyukur seluruh anggota baraknya mampu menjaga disiplin dan kekompakan sejak hari pertama pelaksanaan retreat.

“Alhamdulillah saya memimpin sekitar 21 anggota di Barak 8 dan semuanya sangat kondusif. Kami sudah mengatur jadwal piket sejak malam hari hingga dini hari. Seluruh anggota mudah diarahkan sehingga setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan terkoordinasi,” tuturnya.

Meski mengikuti retreat selama tiga hari, Lia memastikan pelayanan kepada masyarakat di desa masing-masing tetap berjalan normal. Menurutnya, pemerintah desa telah menyiapkan mekanisme pelayanan, sementara panitia dan narasumber juga memberikan keleluasaan kepada peserta untuk tetap berkomunikasi dan mengoordinasikan pelayanan publik dari lokasi kegiatan.

“Alhamdulillah kami sudah mempersiapkan semuanya. Walaupun kegiatan berlangsung selama tiga hari, pelayanan di desa tetap berjalan. Kami tetap diberikan kesempatan untuk berkomunikasi sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.***